man 2

MANDUTA – Sebanyak 13 murid MAN 2 Tulungagung berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang internasional Ksatria Nusantara Series PBTI Open Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang digelar pada Jumat hingga Minggu, 5–7 Juni 2026, di GOR Jayabaya Kediri. Kejuaraan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam pembinaan atlet taekwondo tingkat usia dini hingga prestasi, dengan ribuan peserta dari berbagai daerah yang bertanding dalam kategori poomsae, kyorugi, dan freestyle. Bagi keluarga besar MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung, capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan minat di madrasah berjalan dengan baik serta mampu melahirkan murid-murid berdaya saing tinggi. Prestasi tersebut juga menjadi kebanggaan bagi Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur karena para murid mampu mengharumkan nama madrasah di ajang bergengsi tingkat internasional.

Para juara yang berhasil membawa pulang medali berasal dari berbagai kelas dengan capaian yang beragam. Pada nomor poomsae putri, Aisyatul Intan Dewi Aini dari kelas XI-4 meraih juara 3, Aura Pricillia Putri dari kelas XI-5 juara 3, Annisa Setiati dari kelas XI-6 juara 2, Nayla Aska Ashilah dari kelas XI-3 juara 3, Raya Anjana dari kelas XI-PK juara 3, Queenie Aisha Santoso dari kelas XI-9 juara 3, Sunna Fatima’ Az-Zahra dari kelas X-11 juara 2, Jennie Luqyana Alvianti dari kelas X-1 juara 3, dan Bilvana Crystal Lisandre dari kelas X-8 juara 3. Sementara itu, pada nomor kyorugi, Habiby Maulana Ertaanto dari kelas XI-8 meraih juara 3 di kelas U63 senior, Arjuna Yusreva Kusumawardana dari kelas X-1 juara 3 di kelas U78 junior, Naufal Atha Wahenda dari kelas X-3 juara 3 di kelas U55 senior, dan Ahmad Aziz dari kelas X-1 juara 3 di kelas U59 junior. Hasil ini menunjukkan bahwa murid MAN 2 Tulungagung mampu bersaing di dua cabang sekaligus, baik poomsae maupun kyorugi, dengan semangat juang yang tinggi.

man 2

Kejuaraan yang berlangsung di Kediri tersebut diikuti 1.232 atlet dari 85 tim yang berasal dari delapan provinsi, sehingga persaingan berlangsung ketat dan penuh tantangan. Ajang ini bukan hanya soal medali, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja keras, dan mental juara bagi para atlet muda. Dalam suasana kompetisi seperti itu, para murid MAN Tulungagung mampu tampil percaya diri dan menunjukkan hasil latihan yang selama ini mereka jalani secara konsisten. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga aktif mendorong prestasi non-akademik.

Kepala Madrasah MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan rasa bangga atas capaian 13 murid tersebut dan menilai prestasi ini sebagai hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan berbagai pihak di madrasah. “Alhamdulillah, prestasi ini adalah kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MAN 2 Tulungagung. Anak-anak telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level internasional dengan semangat, disiplin, dan mental yang kuat. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi murid lain untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sehingga MAN 2 Tulungagung semakin dikenal sebagai madrasah berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional di bawah binaan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur,” ujarnya.

man 2

Capaian ini menjadi modal penting bagi MAN 2 Tulungagung untuk terus melahirkan generasi madrasah yang unggul, percaya diri, dan siap bersaing di berbagai ajang. Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, prestasi para murid di Kediri ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus menjaga semangat berlatih dan meraih hasil terbaik.

Penulis: M. Rahman

Editor: Dwi AM LailI
61660cookie-check13 Murid MAN 2 Tulungagung Juara di Kejuaraan Taekwondo Internasional Ksatria Nusantara 2026
Jangan lupa bagikan!

Related posts